Muntilan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tembalang 1 melaksanakan kegiatan studi tiru ke Pimpinan Cabang Muhammadiyah Muntilan, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam sistem perkaderan serta penguatan peran ranting Muhammadiyah sebagai basis gerakan dakwah dan pemberdayaan umat.
Rombongan PCM Tembalang 1 disambut langsung oleh jajaran PCM Muntilan bersama perwakilan PRM Keji dan PRM Gunungpring. Studi tiru ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus forum berbagi praktik baik antarcabang Muhammadiyah.
Ketua PCM Tembalang 1, Nasihin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PCM Muntilan dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dinilai memiliki pengelolaan organisasi dan perkaderan yang berjalan dengan baik serta didukung oleh ranting-ranting yang aktif dan mandiri.
“Kami ingin belajar dari PCM Muntilan, termasuk dari PRM Keji dan PRM Gunungpring, khususnya terkait perkaderan dan penguatan ranting. Kami melihat praktik baik yang bisa kami adaptasi di PCM Tembalang 1,” ujar Nasihin.
Menurutnya, tantangan dakwah Muhammadiyah di masa depan membutuhkan kader yang tidak hanya loyal secara ideologis, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, manajerial, dan kepekaan sosial. Oleh karena itu, penguatan sistem perkaderan harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.
Kegiatan studi tiru ini juga menghadirkan Dr. Mariman Darto, Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yang memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Dr. Mariman Darto menegaskan bahwa keberadaan PAUD dan TK memiliki peran vital dalam membentuk karakter dan potensi anak sejak dini. Ia mendorong agar setiap desa minimal memiliki layanan PAUD dan TK yang berkualitas.
“PAUD dan TK sangat penting dalam sistem pendidikan kita. Idealnya, setiap desa memiliki PAUD dan TK. Ke depan, akan dilaksanakan akreditasi TK untuk memastikan mutu layanan pendidikan anak usia dini,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti peran strategis ranting Muhammadiyah dalam pengembangan pendidikan nonformal dan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, ranting memiliki peluang besar untuk mengelola program Pendidikan Keterampilan Berbasis Masyarakat (PKBM) yang diarahkan pada kursus peningkatan kapasitas masyarakat.
“Ranting Muhammadiyah dapat mengembangkan PKBM yang fokus pada kursus kapasitas, seperti keterampilan kerja dan penguatan ekonomi masyarakat. Ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PCM Muntilan dalam pemaparannya menyampaikan profil PCM Muntilan, mulai dari sejarah berdiri, struktur organisasi, hingga program-program unggulan yang telah dijalankan. Ia menekankan bahwa keberhasilan PCM Muntilan tidak lepas dari sinergi yang kuat antara cabang dan ranting.
Baca Juga: PDM Kabupaten Magelang Gelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital di SMK Muhammadiyah 2 Muntilan
Menurutnya, ranting merupakan ujung tombak persyarikatan yang harus terus didorong agar aktif dalam dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. PCM Muntilan secara konsisten melakukan pembinaan dan pendampingan kepada PRM agar mampu berkembang secara organisatoris dan programatik.
Dalam sesi pemaparan lanjutan, PRM Gunungpring dan PRM Keji berbagi pengalaman terkait pengelolaan ranting. PRM Gunungpring memaparkan praktik pengelolaan kegiatan dakwah dan amal usaha berbasis potensi lokal, sedangkan PRM Keji menekankan pentingnya perkaderan yang sistematis dan berkelanjutan sejak usia dini.
Kegiatan studi tiru ini diakhiri dengan diskusi dan tukar gagasan antarpeserta. PCM Tembalang 1 berharap hasil dari studi tiru ini dapat menjadi referensi dalam merumuskan program perkaderan dan penguatan ranting yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.