Muntilan, upaya meningkatkan kualitas dan daya saing institusi pendidikan Muhammadiyah terus digalakkan di tingkat cabang. Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Muntilan menggelar agenda silaturahmi dan konsolidasi strategis bersama Majelis Dikdasmen PNF Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Acara yang berlangsung di Aula SMK Muhammadiyah 2 Muntilan, Kabupaten Magelang ini dihadiri oleh seluruh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta Aisyiyah di wilayah PCM Muntilan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan visi dalam pengelolaan institusi pendidikan yang berkemajuan.
Wakil Ketua PCM Muntilan, Untung Supriadi, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk membangkitkan kembali semangat atau ghirah para pengelola pendidikan. Menurutnya, sinergi dengan pimpinan pusat sangat diperlukan untuk menguatkan fondasi pengelolaan sekolah.
Untung berharap agar proses Sosialisasi dan Promosi Mahasiswa Baru (SPMB) tahun ini dapat menunjukkan tren positif dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya peran kepemimpinan di sekolah.
“Peran daripada kepala sekolah dan guru itu untuk membangun budaya unggul di dalam sekolah Muhammadiyah,” ujar Untung Supriadi dalam sambutannya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, M. Bakrun, membagikan sejumlah strategi konkret agar sekolah Muhammadiyah mampu tampil unggul di tengah persaingan pendidikan yang semakin ketat.
Menurut Bakrun, kunci utama sebuah sekolah menjadi pilihan masyarakat adalah pelayanan yang prima dan adanya diferensiasi atau perbedaan yang jelas dengan sekolah lain. Sekolah tidak boleh hanya berjalan di tempat tanpa identitas yang kuat.
Baca Juga: SMA Muhammadiyah 1 Muntilan Gaungkan Dakwah Kultural Melalui Semarak Budaya Nusantara (SMARADANA #2)
Ia memberikan panduan bahwa pengelola sekolah harus melakukan identifikasi terhadap potensi lokal yang bisa dijadikan keunggulan spesifik. “Pertama identifikasi dulu kira-kira keunggulan dari daerah setempat itu apa dan apa yang mau diunggulkan,” kata M. Bakrun.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa komitmen pimpinan harus didukung oleh tim pengembang yang inovatif. Bakrun menyatakan bahwa sekolah unggul wajib memiliki basis riset dan tim pengembang yang bekerja secara berkelanjutan untuk mengevaluasi apakah keunggulan yang didiskusikan sudah benar-benar terwujud atau belum.
Melalui konsolidasi ini, diharapkan kolaborasi antara Majelis Dikdasmen PCM Muntilan dan seluruh kepala sekolah dapat semakin intensif. Langkah ini diambil demi memajukan amal usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah di wilayah Muntilan agar terus menjadi rujukan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat luas.
Tonton juga berita selengkapnya di Youtube