Gunungpring – SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring resmi meluncurkan Program Tahfidz Al-Qur’an sebagai salah satu program unggulan dalam memperkuat pembinaan karakter dan spiritualitas peserta didik. Program ini menjadi langkah strategis sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dengan pendidikan ketarunaan untuk melahirkan generasi pemimpin yang unggul, berintegritas, dan berakhlak mulia.
Kegiatan launching sekaligus sosialisasi teknis Program Tahfidz dilaksanakan melalui Zoom Meeting pada Sabtu (1/8) dan dihadiri oleh Penasehat Ketarunaan SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Agus Winarna, S.I.P., M.Si., M.Tr., M.H., Kepala Sekolah Ust. Dwi Ihwanto, tim keagamaan dan kesramaan, serta wali murid peserta Program Tahfidz.
Pada angkatan pertama ini, Program Tahfidz diikuti oleh 18 taruna dan taruni terpilih, terdiri atas 13 peserta kelas X dan 5 peserta kelas XI. Seluruh peserta merupakan siswa yang telah memiliki bekal hafalan Al-Qur’an sejak jenjang sebelumnya dan memiliki komitmen untuk mengembangkan hafalannya selama menempuh pendidikan di SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring.
Dalam sambutannya, Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring, Ust. Dwi Ehwanto, S.Pd, M. Pd, menjelaskan bahwa sejak didirikan pada tahun 2018 atas inisiasi almarhum Ustaz Hima, SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring hadir sebagai satu-satunya sekolah Muhammadiyah berbasis ketarunaan dengan sistem asrama (boarding school), bukan berbasis pondok pesantren. Meski demikian, sekolah memiliki komitmen kuat dalam membangun karakter keislaman peserta didik melalui berbagai program pembinaan.
Beliau menyampaikan bahwa lahirnya Program Tahfidz berangkat dari aspirasi wali murid dan masyarakat yang menginginkan adanya wadah bagi siswa, khususnya lulusan SMP atau MTs berbasis pesantren maupun mereka yang telah memiliki hafalan Al-Qur’an. Program ini dihadirkan agar hafalan yang telah dimiliki peserta didik tidak berhenti atau hilang, melainkan terus terjaga, diperkuat, dan ditingkatkan.
“Program Tahfidz ini kami hadirkan sebagai ikhtiar untuk membentuk calon pemimpin bangsa yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Selain menjadi bekal karakter, kemampuan menghafal Al-Qur’an juga membuka peluang bagi peserta didik untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan yang memberikan apresiasi kepada para penghafal Al-Qur’an,” ungkapnya saat membuka secara resmi Program Tahfidz.
Sementara itu, Penasehat Ketarunaan SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Agus Winarna, S.I.P., M.Si., M.Tr., M.H., menyampaikan apresiasi atas inisiatif sekolah dalam menghadirkan Program Tahfidz sebagai penguatan karakter islami di lingkungan pendidikan ketarunaan. Menurutnya, dunia pendidikan saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mandiri, adaptif, berkarakter, serta memiliki daya saing global. Hafalan Al-Qur’an menjadi salah satu nilai tambah yang semakin diperhitungkan dalam berbagai jenjang pendidikan maupun dunia profesional.
Beliau juga mengingatkan bahwa pendidikan di SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring mengusung Tri Pola Dasar, yaitu pengajaran akademik, pelatihan ketarunaan dan kesamaptaan, serta pengasuhan karakter dan spiritual. Oleh karena itu, pelaksanaan Program Tahfidz harus dikelola secara proporsional agar tidak mengganggu keseimbangan aktivitas peserta didik.
“Kualitas pembinaan harus menjadi perhatian utama. Pendampingan hendaknya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta, dengan rasio ideal satu ustaz membimbing maksimal sepuluh siswa sehingga perkembangan bacaan dan hafalan dapat terpantau secara optimal,” pesannya.
Koordinator Program Tahfidz, Ust. Muhammad Saifudin Zuhri, kemudian memaparkan teknis pelaksanaan program. Kegiatan tahfidz dijadwalkan secara terintegrasi dengan aktivitas akademik dan ketarunaan. Pada hari Senin, Kamis, dan Sabtu, pembinaan dilaksanakan sebelum dan sesudah Subuh. Sementara pada Selasa, Rabu, dan Jumat, jadwal disesuaikan dengan agenda olahraga dan kesamaptaan. Adapun pada hari Ahad, kegiatan dilaksanakan pada pagi hari bagi peserta yang tidak menjalani pesiar, serta malam hari setelah salat Isya secara fleksibel menyesuaikan agenda asrama.
Pada tahap awal, program difokuskan pada muroja’ah, yaitu memperkuat dan melancarkan hafalan yang telah dimiliki peserta hingga siap mengikuti tasmi’. Setelah hafalan dinilai kuat, peserta akan melanjutkan pada penambahan hafalan baru secara bertahap.
Sebagai bentuk evaluasi, sekolah merencanakan pelaksanaan ujian tasmi’ pada setiap akhir semester dengan menghadirkan penguji dari Kementerian Agama sehingga peserta yang memenuhi standar dapat memperoleh sertifikat hafalan yang diakui secara resmi. Selain itu, perkembangan hafalan dan kehadiran peserta akan direkap dan disampaikan secara berkala kepada wali murid melalui grup komunikasi sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan keluarga. Untuk menjaga kesungguhan dalam mengikuti program, seluruh peserta juga telah menandatangani pakta integritas sebagai wujud komitmen mengikuti Program Tahfidz dengan penuh tanggung jawab dan tanpa paksaan.
Melalui peluncuran Program Tahfidz ini, SMA Taruna Muhammadiyah Gunungpring semakin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mencetak taruna dan taruni yang disiplin, tangguh, serta berprestasi, tetapi juga memiliki karakter Qurani sebagai bekal menjadi pemimpin bangsa yang berintegritas dan memberi manfaat bagi umat.